Padang (FEB UNAND) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB UNAND) menggelar Rapat Kerja Tahun 2025 pada Sabtu, 11 Oktober 2025 di Ruang Seminar FEB UNAND. Kegiatan dibuka oleh Dekan FEB UNAND, Dr. Fery Andrianus, S.E., M.Si, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris departemen, kaprodi, serta tenaga kependidikan.
Dalam arahannya, Dekan menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian kinerja fakultas sepanjang 2024–2025 serta mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi. “Kita harus memperkuat kolaborasi dan mempercepat transformasi menuju fakultas yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” ujar Dr. Fery.
Rapat kerja juga membahas penguatan tata kelola dan pengembangan kelembagaan, termasuk peresmian Departemen Vokasi pada 30 Oktober 2025 serta rencana pembukaan Program Studi S1 Manajemen Pariwisata dan Bisnis Digital. FEB UNAND juga mencatat peningkatan publikasi riset dengan 455 artikel terindeks Scopus dan lebih dari 21 ribu sitasi di Google Scholar, serta memperluas kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, dan alumni.
Melalui kegiatan ini, seluruh unsur pimpinan dan sivitas akademika FEB UNAND berkomitmen untuk terus menjaga semangat kolaboratif dan inovatif guna memperkuat peran fakultas dalam mencetak lulusan yang berdaya saing dan berkontribusi bagi pembangunan nasional.
Padang (UNAND) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB UNAND) melalui Himpunan Mahasiswa Departemen Ekonomi (HMDE) FEB UNAND menggelar kuliah umum bertema “Peran Bank Indonesia dalam Menjaga Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan” pada 25 September 2025 di ruang seminar FEB UNAND. Acara tersebut menghadirkan M. Abdul Majid Ikram, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, dan dibuka oleh Dekan FEB yang diwakili Dr. Edi Ariyanto, S.E., M.Si selaku Manajer Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni.
Dalam paparannya, Majid menjelaskan perluasan mandat Bank Indonesia pasca UU No. 4 Tahun 2023 (UU P2SK) yang kini tidak hanya menjaga stabilitas moneter, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Ia menegaskan inflasi Sumatera Barat hingga Agustus 2025 terkendali di angka 2,89% (yoy), meski komoditas pangan strategis masih memicu kenaikan harga.
BI turut melaksanakan program DAUN PUNAGRI untuk memperkuat ketahanan pangan melalui praktik pertanian berkelanjutan, serta merekomendasikan tiga sumber pertumbuhan ekonomi Sumbar: optimalisasi dana perantau, peningkatan wisatawan mancanegara, dan perdagangan antar daerah berbasis surplus pangan.
Kuliah umum ini menjadi wadah inspiratif bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan ekonomi, memahami peran BI dalam menjaga stabilitas harga, sekaligus pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun perekonomian yang inklusif dan berdaya saing global.
Padang (UNAND) – Universitas Andalas (UNAND) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) meresmikan Pojok Statistik pada Rabu (24/9) di Gedung Convention Hall Kampus Limau Manis. Peresmian ini dirangkaikan dengan kuliah umum bertajuk “Menelisik Sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia” yang disampaikan oleh Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, S.T., M.Si., M.Eng., Ph.D.
Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., menekankan relevansi tema kuliah umum dengan situasi nasional saat ini, termasuk perhatian publik terhadap capaian pertumbuhan ekonomi. Rektor menyatakan bahwa hadirnya Pojok Statistik akan memudahkan akses data resmi bagi civitas akademika dan semakin mempererat kolaborasi antara UNAND dan BPS dalam pengembangan big data science.
Dalam sesi kuliah umum dan diskusi, narasumber mengingatkan pentingnya melihat data secara utuh sebelum mengambil kesimpulan. Salah satu pernyataan yang menggarisbawahi pesan itu:
“Mari kita lihat data secara menyeluruh, jangan hanya berdasarkan asumsi atau persepsi yang tidak berbasis data. Gunakan logika — jadikan data yang komprehensif sebagai dasar analisis. Data harus dilihat utuh; jangan diinterpretasikan berdasarkan perasaan.”
Pada acara tersebut juga berlangsung peresmian Pojok Statistik dan pelantikan secara simbolis agen Pojok Statistik UNAND yang berlokasi di Gedung 3 FEB UNAND. Kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama antara FEB UNAND dan Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat—sebuah kolaborasi di bidang pendidikan, penyediaan, pemanfaatan, dan pengembangan data informasi statistik untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Pojok Statistik dirancang sebagai pusat kegiatan yang meliputi sosialisasi statistik, sistem rujukan statistik, pembinaan, serta berbagi wawasan dan pengetahuan tentang statistik. Penggunaan data dan informasi statistik oleh mahasiswa dan civitas akademika UNAND akan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Layanan yang disediakan antara lain:
Konsultasi statistik berbasis data BPS.
Program edukasi statistik: workshop, pelatihan, dan program BPS goes to campus.
Ruang literasi: akses buku, publikasi, dan materi statistik secara gratis.
Sementara itu, keberadaan Pojok Statistik juga memberikan manfaat bagi UNAND. Pojok Statistik diharapkan memberikan sejumlah manfaat konkret bagi civitas akademika, antara lain:
Mempermudah akses konsultasi statistik secara lokal.
Meningkatkan literasi statistik dan pemanfaatan data dalam kegiatan akademik.
Mendorong riset yang lebih kuat berbasis data.
Mendukung program Merdeka Belajar—Kampus Merdeka (MBKM) dan kegiatan sertifikasi terkait kompetensi statistik.
Dengan peresmian Pojok Statistik dan rangkaian kegiatan pendukung, UNAND dan BPS berharap dapat semakin memperkuat budaya berbasis bukti di lingkungan kampus, mendukung kegiatan riset berkualitas, serta membangun kapasitas SDM yang tangguh dalam pemanfaatan data untuk pengambilan kebijakan dan inovasi akademik.