Kolaborasi dengan DUDI dan Pemerintah, FEB UNAND Gelar Workshop Kurikulum untuk Tingkatkan Kompetensi Lulusan

Padang (FEB UNAND) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andalas menyelenggarakan kegiatan Workshop Kurikulum: Peranan DUDI dan Pemerintah dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas pada Jumat, 6 Maret 2026 di Hotel Truntum Padang. Kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun masukan dari dunia usaha, dunia industri (DUDI), serta pemerintah dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan kurikulum di lingkungan FEB UNAND.

Workshop tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa peningkatan mutu lulusan menjadi salah satu fokus utama dalam Rencana Strategis (Renstra) universitas. Oleh karena itu, pembaruan kurikulum perlu terus dilakukan dengan menyerap aspirasi dari berbagai pihak, khususnya dari DUDI dan pemerintah sebagai pengguna utama lulusan perguruan tinggi.

“Dalam Renstra Universitas Andalas, salah satu tema utama adalah meningkatkan mutu lulusan. Perubahan kurikulum merupakan bagian penting dari upaya tersebut. Proses perubahan ini perlu melibatkan dan menyerap aspirasi dari dunia usaha, dunia industri, serta pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FEB UNAND, Dr. Fery Andrianus, SE., M.Si, menegaskan bahwa FEB UNAND terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk DUDI dan pemerintah. Kolaborasi tersebut tidak hanya dalam pengembangan kurikulum, tetapi juga dalam kegiatan akreditasi, promosi, serta sosialisasi program studi di lingkungan FEB.

Menurutnya, setiap tahun FEB UNAND meluluskan sekitar 1.000 mahasiswa dari berbagai program studi. Oleh karena itu, masukan dari para pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk memastikan bahwa kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami ingin mengetahui apakah lulusan FEB sudah mampu berkiprah secara optimal di dunia usaha, industri, maupun pemerintahan. Stakeholder-lah yang dapat merasakan langsung kualitas lulusan tersebut. Karena itu, kami sengaja mengundang narasumber dari DUDI dan pemerintah untuk memberikan masukan terhadap kurikulum maupun capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang akan didiskusikan dalam workshop ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dekan menyampaikan bahwa dalam kegiatan workshop tersebut setiap departemen di lingkungan FEB UNAND melakukan diskusi untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperkuat atau ditambahkan dalam kurikulum yang telah berjalan.

Kegiatan workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah dan dunia usaha, yaitu Dr. Endrizal, SE., M.Si selaku Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, SE., MM.,CA selaku Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Barat, serta Muhammad Nazif, SE., MM dari APINDO Provinsi Sumatera Barat. Melalui kegiatan ini diharapkan kurikulum di lingkungan FEB UNAND dapat terus diperbarui dan disesuaikan dengan dinamika kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan yang dihasilkan

Evaluasi Kerja Sama FEB UNAND dan Budiman: Perkuat Teaching Factory melalui TeFa Mart

Padang (FEB UNAND) – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andalas, Dr. Fery Andrianus, SE., M.Si menerima kunjungan H. Yasmar, pendiri dan Owner Budiman Swalayan, pada tanggal 3 Maret 2026 di ruang sidang dekanat FEB UNAND. Kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas sekaligus melakukan evaluasi atas kerja sama yang telah terjalin antara FEB dan Budiman Swalayan dalam bentuk Teaching Factory (TeFa Mart) di lingkungan kampus.

TeFa Mart sendiri diresmikan pada 10 Oktober 2024 oleh Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi. Sejak diresmikan dan beroperasi selama 1 tahun 4 bulan, TeFa Mart yang dikelola oleh Budiman Swalayan menunjukkan perkembangan yang positif serta peningkatan kontribusi bagi fakultas.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa kehadiran TeFa Mart mendapat respons yang baik dari mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Andalas, khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di area kampus. Selain itu, keberadaan unit usaha ini turut mendukung implementasi konsep teaching factory, di mana mahasiswa magang dapat terlibat langsung dalam aktivitas operasional bisnis dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

Ke depan, sinergi antara FEB UNAND dan Budiman Swalayan diharapkan dapat terus dioptimalkan, baik dari sisi pengelolaan maupun peningkatan kontribusi, sekaligus menjadi inspirasi bagi pengembangan unit bisnis lain di lingkungan kampus.