Padang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB UNAND). Tim Accountaholics yang beranggotakan mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi angkatan 2023 berhasil meraih Juara 2 pada BAK Audit Competition dalam rangkaian BAK Festival 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Audit Kemahasiswaan (BAK) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (UNDIP) pada 20 Juni 2026.
Kompetisi tingkat nasional ini diikuti oleh 37 tim dari berbagai perguruan tinggi yang berasal dari 9 provinsi di Indonesia, sehingga menjadi ajang yang sangat kompetitif bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bidang audit dan akuntansi.
Tim Accountaholics FEB UNAND terdiri atas:
Andes Setia (S1 Akuntansi 2023)
Fikra Riberta Putra (S1 Akuntansi 2023)
Salsabila Putri (S1 Akuntansi 2023)
Melalui kerja sama tim yang solid, kemampuan analitis yang kuat, serta penguasaan materi audit yang baik, ketiga mahasiswa tersebut berhasil mengantarkan Universitas Andalas meraih posisi kedua nasional. Pada kompetisi ini, posisi Juara 1 diraih oleh Universitas Indonesia (UI), Juara 2 oleh Universitas Andalas (UNAND), Juara 3 oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Harapan 1 oleh Politeknik Keuangan Negara STAN.
Keberhasilan ini menjadi bukti kualitas akademik mahasiswa FEB UNAND yang mampu bersaing dengan berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Prestasi tersebut juga mencerminkan komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas dalam mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Capaian ini tidak terlepas dari bimbingan para dosen, dukungan Departemen Akuntansi, serta fasilitasi yang diberikan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi berbagai kompetisi tingkat nasional.
Segenap pimpinan dan keluarga besar FEB UNAND menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Tim Accountaholics atas prestasi yang telah mengharumkan nama Universitas Andalas di tingkat nasional. Diharapkan pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kompetensi, serta terus berprestasi demi mengharumkan nama almamater dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Padang (FEB UNAND) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB UNAND) menerima kunjungan audiensi dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Sumatera Barat pada Kamis (2/7/2026) di Ruang Sidang Dekanat FEB UNAND.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Dekan FEB UNAND, Dr. Fery Andrianus, S.E., M.Si., beserta jajaran pimpinan fakultas. Sementara itu, rombongan Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil, Mohammad Dody Fachrudin, beserta jajaran.
Audiensi ini dilaksanakan dalam rangka membahas peluang kerja sama antara kedua institusi sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing. Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat berupaya memperkuat perannya sebagai Regional Chief Economist melalui kolaborasi dengan kalangan akademisi dalam menghasilkan kajian, analisis, dan rekomendasi kebijakan berbasis data bagi pembangunan ekonomi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FEB UNAND menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat. Ia berharap pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan, khususnya pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah akan memberikan kontribusi nyata dalam menghasilkan kajian akademik yang bermanfaat bagi pembangunan ekonomi, khususnya di Sumatera Barat.
Melalui audiensi ini, FEB UNAND dan Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk menjajaki berbagai bentuk kerja sama, seperti penelitian bersama, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, serta kegiatan akademik lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi maupun masyarakat luas.
Padang (FEB UNAND) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB UNAND) melalui Departemen Ekonomi kembali menyelenggarakan Seminar Internasional Hendra Esmara Lecture Series 2026 pada Rabu (1/7/2026). Memasuki penyelenggaraan yang ketiga, seminar ini dilaksanakan secara hybrid, dengan peserta hadir langsung di Ruang Seminar FEB UNAND serta mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.
Mengusung tema “Inequality and Development Economics”, seminar ini menjadi wadah akademik untuk membahas berbagai isu strategis terkait ketimpangan dan pembangunan ekonomi, sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi dalam merumuskan solusi terhadap tantangan pembangunan di Indonesia.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor IV Universitas Andalas, Dr. Hefrizal Handra, M.Soc.Sc., yang mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan dari FEB Unand terhadap almarhum Prof. Drs. Hendra Esmara atas pengabdiannya sebagai dosen FEB Unand dan kontribusi yang besar di bidang regional development. Dr. Hefrizal Handra menyampaikan bahwa tema “Inequality and Development Economics” sangat relevan dengan agenda pembangunan Indonesia saat ini. Menurutnya, meskipun perekonomian Indonesia terus mengalami pertumbuhan, berbagai tantangan masih perlu diatasi, seperti mengurangi ketimpangan, mempercepat transformasi struktural, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memastikan kekayaan sumber daya alam dapat memberikan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjawab tantangan tersebut melalui riset yang berkualitas, dialog akademik yang terbuka, serta rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan FEB UNAND, Dr. Fery Andrianus, S.E., M.Si., Dalam sambutannya, Dekan FEB UNAND, Dr. Fery Andrianus, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa Hendra Esmara Lecture Series merupakan wujud komitmen fakultas dalam melanjutkan tradisi akademik yang menjadikan riset sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan. Ia menegaskan bahwa tema “Inequality and Development Economics” sangat relevan untuk mendorong lahirnya gagasan dan kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Presiden Indonesian Regional Science Association (IRSA), Prof. Djoni Hartono, berharap seminar ini tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga menghasilkan gagasan yang dapat mendukung perumusan kebijakan pembangunan yang lebih baik. Ia juga menyampaikan harapannya agar forum ini semakin memperkuat kolaborasi antara Universitas Andalas, IRSA, dan ANU Indonesia Project. Kepada mahasiswa dan peneliti muda, Prof. Djoni mendorong agar mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar merumuskan pertanyaan penelitian yang berkualitas, karena riset yang baik selalu berangkat dari pertanyaan mendasar mengenai siapa yang memperoleh manfaat pembangunan, siapa yang masih tertinggal, serta kebijakan apa yang diperlukan untuk mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif.
Seminar menghadirkan tiga akademisi terkemuka yang membahas berbagai perspektif mengenai ketimpangan, pembangunan, dan tata kelola ekonomi. Prof. Arief Anshory Yusuf, S.E., M.Sc., Ph.D. dari Universitas Padjadjaran mempresentasikan materi berjudul “Seventy Years of the Kuznets Curve: Is Education a Facilitator of Structural Transformation or a Driver of Inequality”, yang mengulas peran pendidikan dalam transformasi struktural ekonomi sekaligus keterkaitannya dengan dinamika ketimpangan.
Selanjutnya, Prof. Budy P. Resosudarmo dari Australian National University menyampaikan presentasi bertajuk “Is There a Natural Resource Curse at the Local Level? A Case Study in Indonesia”, yang membahas fenomena kutukan sumber daya alam pada tingkat daerah melalui studi kasus di Indonesia serta implikasinya terhadap pembangunan ekonomi lokal.
Sementara itu, Prof. Dr. Werry Darta Taifur, S.E., M.A. memaparkan materi “Extractive Institution and the Danger of Decentralization”, yang mengangkat pentingnya kualitas institusi dalam pelaksanaan desentralisasi serta tantangan yang dapat muncul apabila tata kelola pemerintahan tidak berjalan secara efektif.
Diskusi selama seminar dipandu oleh dua moderator dari Departemen Ekonomi FEB UNAND, yakni Ratih Ramadhani, S.E., M.S.E. dan Rahmi Afzhi Wefielananda, S.E., M.S.E., yang mengarahkan jalannya sesi tanya jawab dan diskusi interaktif antara narasumber dengan peserta.
Penyelenggaraan Hendra Esmara Lecture Series 2026 merupakan hasil kolaborasi FEB UNAND dengan berbagai institusi, di antaranya Australian National University (ANU) Indonesia Project, Indonesian Regional Science Association (IRSA), Lembaga Penelitian Ekonomi Regional (LPER) FEB UNAND, serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Padang.
Melalui seminar internasional ini, FEB UNAND terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan forum akademik berkualitas yang mampu memperkaya khazanah keilmuan, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan inovatif bagi pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Padang (FEB UNAND) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas. Nia Cahyani Putri, mahasiswa Departemen Ekonomi Kelas Internasional angkatan 2023, berhasil meraih Juara 2 Ganda Putri pada ajang Bestea Tennis Euforia 2026 yang diselenggarakan oleh Komunitas Bestea Tennis Padang.
Kompetisi yang berlangsung pada 28 Juni 2026 di Lapangan Tenis Semen Padang tersebut merupakan turnamen tenis lapangan berskala Open/Nasional. Ajang ini diikuti oleh atlet dan pecinta tenis dari berbagai daerah, dengan jumlah peserta sebanyak 24 pasangan ganda putri dan 24 pasangan ganda putra, sehingga menghadirkan persaingan yang kompetitif.
Keberhasilan Nia meraih posisi runner-up menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB UNAND tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menunjukkan prestasi di bidang olahraga. Capaian ini sekaligus mencerminkan semangat sportivitas, kerja sama, serta dedikasi yang tinggi dalam mengembangkan potensi diri.
Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa FEB UNAND untuk terus mengembangkan bakat, berani berkompetisi, dan mengharumkan nama fakultas di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.