25 Februari 2025 | 08.00-12.00 WIB | Convention Hall Unand
Author Archive: Humas FEUA
Kuliah Umum Fostering New Ideas for a Brighter Future through Entrepreneurship
12 Februari 2025 | 08.00 – 12.00 WIB | Convention Hall Unand
Seminar Nasional: Outlook Perekonomian dan Sektor Keuangan Indonesia 2025


Pada hari Selasa (25/02/2025) FEB Unand mengadakan seminar nasional dengan tema “Economic Opportunities and Challenges of Indonesian Financial Sectors in 2025” di gedung Convention Hall Unand.
Dekan FEB Unand, Dr. Fery Andrianus, SE., M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa FEB secara rutin mengadakan kegiatan kuliah umum dan seminar dalam rangka menyambut awal perkuliahan pada semester baru. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi mahasiswa di lingkungan FEB dari narasumber yang berprofesi sebagai praktisi maupun akademisi.
Selanjutnya Dekan juga mengutarakan harapan agar peserta seminar bisa mendapatkan informasi terkait kondisi perekonomian global dan masalah geopolitik yang akan memberikan dampak pada kondisi perekonomian di tahun 2025 dari dua orang narasumber yang berkompeten.
Narasumber pada seminar nasional tersebut adalah Agusman, SE., Ak., MBA., Ph.D dan Endrizal Ridwan, SE., MEC., Ph.D. Agusman, SE., Ak., MBA., Ph.D merupakan anggota Dewan Komisioner OJK dan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya. Sementera itu, Endrizal Ridwan, SE., MEC., Ph.D adalah Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Padang dan juga Ketua Departemen Ekonomi FEB Unand.
Seminar nasional berlangsung secara hybrid dan dipandu oleh moderator Dr. Edi Ariyanto, SE., M.Si yang juga Manajer Pendidikan, Kemahasiswaan dan Alumni. Agusman memaparkan materi Outlook Perekonomian dan Sektor Keuangan 2025. Sementara Dr. Endrizal memaparkan materi dengan topik “Banking with a Volatile Government”
Seminar nasional tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Unand, Efa Yonnedi, SE., MPPM, Ak., CA., CRGP., Ph.D. Dalam sambutannya, Rektor memaparkan empat pilar utama pengembangan universitas, yaitu internasionalisasi, transformasi digital, peningkatan kesejahteraan, dan riset inovatif.
Rektor juga menyampaikan prestasi yang diraih Unand saat ini, yaitu peringkat ke-6 di Indonesia dalam bidang interdisciplinary science menurut survei yang dilakukan oleh Time Higher Education. Time Higher Education juga memberi Unand peringkat ke-9 di bidang life science.
5 Guru Besar FEB dikukuhkan Dewan Profesor Universitas Andalas

Padang (FEB Unand) – Dewan Profesor Universitas Andalas mengukuhkan 10 guru besar pada tanggal 18 Februari 2025. Pengukuhan guru besar pertama di tahun 2025 berlangsung di gedung Convention Hall Unand. Pada acara pengukuhan tersebut, 5 orang guru besar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dikukuhkan bersama guru besar dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Keperawatan.
Kelima guru besar FEB yang dikukuhkan tersebut adalah
- Prof. Dr. Nasri Bachtiar, SE., MS. sebagai guru besar tetap dalam bidang Ilmu Ekonomi Ketenagakerjaan
- Prof. Dr. H. Werry Darta Taifur, SE.,M.A. sebagai guru besar tetap dalam bidang Ilmu Ekonomi Pembangunan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas
- Prof. Dr. Vera Pujani, SE., MMTech. sebagai guru besar tetap dalam bidang Ilmu Manajemen Teknologi Bisnis pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas
- Prof. Dr. Rahmi Fahmy, SE., MBA. sebagai guru besar tetap dalam bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas
- Prof. Dr. Yulia Hendri Yeni, SE., MT., Ak. sebagai guru besar tetap dalam bidang Ilmu Pemasaran Strategik pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas
Sebelum dikukuhkan kelima guru besar tersebut memaparkan orasi ilmiah. Prof. Dr. Nasri Bachtiar, SE., MS memaparkan orasi dengan judul “Strategi Peningkatan Kualitas Ekspor Jasa Tenaga Kerja Indonesia di era Industri 4.0”
Prof. Dr. H. Werry Darta Taifur, SE.,M.A memaparkan orasi ilmiah dengan judul “Tantangan untuk Mewujudkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029 Berkualitas dan Potensi Pelanggaran terhadap Moral Imperatif”
Prof. Dr. Vera Pujani, SE., MMTech memaparkan orasi dengan judul “Transformasi Digital dan Peran e-Commerce di Indonesia”
Prof. Dr. Rahmi Fahmy, SE., MBA memaparkan orasi dengan judul “Transformasi SDM Berintegritas, Bermoral dan Beretika untuk Keberlanjutan Organisasi di Era Digital dan Kecerdasan Buatan” Prof. Dr. Yulia Hendri Yeni, SE., MT., Ak memaparkan orasi ilmiah dengan judul “Implementasi Orientasi Pasar: Merespon Dinamika Perilaku Konsumen di Era Disrupsi”
5 Guru Besar FEB Unand yang Akan Dikukuhkan Berbagi Pengalaman Dalam Acara Talkshow



Padang (FEB UNAND) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB Unand) mengadakan kegiatan silaturahmi dan talkshow: Pengukuhan Guru Besar untuk FEB Unand yang kokoh dengan tagline “Profesor FEB Unand untuk Kedjajaan Bangsa” pada Rabu (12/02/2025).
Acara talkshow dibuka secara resmi oleh Dekan di ruang seminar FEB dan juga disiarkan secara daring melalui platform zoom dan kanal youtube FEB Unand. Dekan dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan talkshow selain sebagai media untuk berbagi pengalaman juga sebagai ajang silaturahmi lima orang Guru Besar FEB yang akan dikukuhkan pada tanggal 18 Februari 2025 mendatang.
Kelima Guru Besar terebut adalah Prof. Dr. Nasri Bachtiar, SE., MS., Prof. Dr. H. Werry Darta Taifur, SE.,M.A., Prof. Dr. Vera Pujani, SE., MMTech., Prof. Dr. Rahmi Fahmy, SE., MBA., dan Prof. Dr. Yulia Hendri Yeni, SE., MT., Ak.
Kelima Guru Besar FEB tersebut membagikan pengalaman karir mereka dari awal mengabdi sebagai dosen muda kemudian melanjutkan pendidikan hingga memperolah gelar Doktor. Mereka juga berbagi pengalaman dalam pengurusan kenaikan jabatan fungsional dosen dari Asisten Ahli ke Lektor, dari Lektor ke Lektor Kepala, dan dari Lektor Kepala ke Guru Besar/Profesor.
Dr. Fajri Muharja, SE. M.Si selaku moderator juga mengungkapkan kegelisahan dosen mengalami kesulitan untuk naik pangkat. Bahkan katanya ada dosen yang belasan tahun masih berada di pangkat lektor. Para Guru Besar FEB yang akan dikukuhkan dimintai kiat-kiat agar lancar dalam pengurusan kepangkatan tersebut.
Prof. Nasri menceritakan bahwa ia selalu mengumpulkan seluruh arsip seperti SK, artikel penelitian dan dokumen pendukung lainnya ke dalam satu folder atau media penyimpanan khusus. Jadi ketika datang periode pengurusan kenaikan pangkat, ia tidak kesulitan dalam melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.
Prof. Vera juga menambahkan bahwa selain dokumen dan poin KUM, dosen juga harus memperhatikan proses administrasi atau timeline periode pengurusan kenaikan pangkat.
Sejalan dengan Prof. Vera, Prof. Yulia juga mengajar dosen untuk mengikuti perkembangan IT agar lancar dalam pengumpulan dokumen persayaratan. Lebih lanjut, Prof. Yulia menyampaikan pentingnya pengelolaan emosi selama proses kenaikan pangkat.



