Asesmen Lapangan LAMEMBA, Program Studi Doktor Ekonomi FEB UNAND Jalani Proses Re-akreditasi

Padang (FEB UNAND) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB UNAND) menerima kunjungan Tim Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) dalam rangka pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) untuk proses re-akreditasi Program Studi Doktor Ekonomi. Kegiatan ini berlangsung pada 5–8 Agustus 2026, sebagai tahapan lanjutan setelah Program Studi Doktor Ekonomi Universitas Andalas dinyatakan lolos Asesmen Kecukupan dan melanjutkan ke tahap Asesmen Lapangan.

Tim asesor LAMEMBA yang melakukan asesmen terdiri atas Prof. Indra Maipita, M.Si., Ph.D. dari Universitas Negeri Medan dan Prof. Dr. Siti Nurjanah, S.E., M.Si. dari Universitas Negeri Jakarta. Kehadiran kedua asesor bertujuan melakukan verifikasi dan konfirmasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan Program Studi Doktor Ekonomi sesuai dengan standar akreditasi LAMEMBA.

Dalam rangkaian Asesmen Lapangan, tim asesor melakukan berbagai agenda verifikasi dan konfirmasi, meliputi pertemuan dengan pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS), konfirmasi data dan informasi dalam Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS), pemeriksaan dokumen pendukung, serta diskusi bersama Tim Akreditasi dan manajemen UPPS. Selain itu, dilakukan wawancara dengan dosen, mahasiswa, alumni, pengguna eksternal, serta tenaga kependidikan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai penyelenggaraan program studi, kualitas layanan akademik, keterlibatan sivitas akademika, serta capaian Program Studi Doktor Ekonomi.
Asesmen juga mencakup peninjauan lapangan terhadap berbagai fasilitas pendukung penyelenggaraan pendidikan. Tim asesor melakukan pengecekan fasilitas, mengobservasi proses pembelajaran, serta meninjau ruang dosen dan tenaga kependidikan, fasilitas umum, dan fasilitas pendukung lainnya.

Asesmen Lapangan merupakan tahapan penting dalam proses re-akreditasi yang bertujuan memverifikasi kesesuaian antara dokumen yang telah disampaikan dengan implementasi penyelenggaraan program studi di lapangan. Proses ini mencakup penilaian terhadap tata kelola, sistem penjaminan mutu, pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, sumber daya, sarana dan prasarana, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan ini, FEB UNAND terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan tata kelola akademik. FEB UNAND berharap Program Studi Doktor Ekonomi dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas akademiknya serta memperoleh hasil terbaik dalam proses re-akreditasi, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

FEB UNAND dan SBM ITB Jajaki Kolaborasi Pengabdian Masyarakat untuk Percepat Digitalisasi UMKM Tanjung Raya

Padang (FEB UNAND) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB UNAND) menerima kunjungan delegasi Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Jumat, 31 Juli 2026, di Ruang Sidang Dekanat FEB UNAND. Kunjungan tersebut menjadi langkah awal dalam menjajaki kolaborasi pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang melibatkan dosen dan peneliti dari kedua institusi.

Delegasi SBM ITB disambut langsung oleh Dekan FEB UNAND, Dr. Fery Andrianus, S.E., M.Si. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Prof. Donard Games, S.E., M.Bus. (Adv)., Ph.D., Ketua Departemen Manajemen FEB UNAND sekaligus akademisi yang terlibat dalam pengembangan kewirausahaan, serta Dr. Fajri Muharja, S.E., M.Si., Ketua Lembaga Penelitian Ekonomi Regional (LPER) FEB UNAND.

Pertemuan membahas rencana pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Kelompok Keahlian Entrepreneurship and Technology Management (KK ETM) SBM ITB yang akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan FEB UNAND. Ketua LPER FEB UNAND, Dr. Fajri Muharja, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa program pengabdian tersebut mengusung tema “Akselerasi Digital UMKM” dengan sasaran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kawasan tersebut dipilih karena merupakan wilayah yang terdampak bencana di sekitar Danau Maninjau dan masih menghadapi berbagai tantangan dalam proses pemulihan ekonomi.

Menurutnya, kegiatan pengabdian tidak hanya berfokus pada penyampaian materi mengenai digital marketing, tetapi juga memberikan pendampingan praktik secara langsung kepada pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk mereka.

Dr. Fajri juga mengungkapkan bahwa hasil diskusi dengan para mitra menunjukkan masih rendahnya tingkat literasi digital di kalangan pelaku UMKM. Selain itu, sebagian besar UMKM masih menjalankan aktivitas pemasaran secara individual sehingga belum mampu membangun jejaring pemasaran yang lebih kuat. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian merancang konsep Integrated Shop UMKM Maninjau sebagai wadah bersama untuk memperkuat promosi dan pemasaran produk lokal secara kolektif.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas UMKM. Selain persoalan pemasaran, masyarakat di kawasan Danau Maninjau juga menghadapi tantangan pada sektor perikanan. Meningkatnya kadar amonia akibat penggunaan pakan pelet yang berlebihan pada keramba jaring apung menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kematian ikan, sehingga berdampak pada keberlangsungan mata pencaharian masyarakat setempat.

Sementara itu, Dekan FEB UNAND, Dr. Fery Andrianus, S.E., M.Si., menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Melalui kolaborasi ini, FEB UNAND dan SBM ITB diharapkan dapat menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan, meningkatkan literasi digital pelaku UMKM, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di kawasan Tanjung Raya dan Danau Maninjau pascabencana.

FEB UNAND Gelar Workshop Implementasi RPL untuk Perluas Akses dan Tingkatkan Mutu Pendidikan Tinggi

Padang (FEB UNAND) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB UNAND) menyelenggarakan workshop bertajuk “Implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dalam Mendukung Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tinggi” pada Senin, 27 Juli 2026, di Ruang Sidang Dekanat FEB UNAND.

Workshop ini menghadirkan Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si. dari Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai narasumber. Kegiatan tersebut diikuti oleh Dekan FEB UNAND beserta para pengelola departemen dan program studi di lingkungan FEB UNAND sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya, Prof. Suryanto menjelaskan konsep, kebijakan, serta mekanisme penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tipe A, yang memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk memperoleh pengakuan atas capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, pengalaman kerja, maupun pembelajaran nonformal dan informal. Implementasi RPL diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi sekaligus tetap menjaga mutu penyelenggaraan akademik.

Selain membahas pedoman penyelenggaraan RPL Tipe A, Prof. Suryanto juga berbagi pengalaman Universitas Sebelas Maret dalam mengembangkan program akselerasi gelar magister melalui jalur RPL, khususnya pada Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP). Program tersebut menjadi salah satu praktik baik dalam memberikan kesempatan kepada para profesional dan praktisi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dengan tetap mengacu pada standar mutu akademik yang berlaku.

Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai aspek implementasi RPL, mulai dari proses asesmen capaian pembelajaran, penyusunan kurikulum, hingga tata kelola akademik yang mendukung penyelenggaraan program. Para peserta juga berdiskusi mengenai peluang penerapan skema RPL pada program studi di lingkungan FEB UNAND sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui workshop ini, FEB UNAND berharap dapat memperkuat kesiapan fakultas dalam mengimplementasikan kebijakan Rekognisi Pembelajaran Lampau secara optimal. Selain memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, penerapan RPL juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan akademik serta mendukung pengembangan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.

FEB UNAND Resmi Buka 4th Summer Course dan 2nd International Conference on Ethnic and Cultural Entrepreneurship (ICECE) 2026

Padang (FEB UNAND) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andalas (UNAND) secara resmi membuka rangkaian kegiatan 4th Summer Course (SC) dan 2nd International Conference on Ethnic and Cultural Entrepreneurship (ICECE) 2026 pada Senin, 27 Juli 2026, di Ruang Seminar FEB UNAND. Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakil Rektor IV Universitas Andalas, Prof. Dr. Henmaidi, S.T., M.Eng.Sc., yang menandai dimulainya program internasional yang menghadirkan mahasiswa, akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan I FEB UNAND, Dr. Asniati, S.E., MBA., Ph.D., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, narasumber, dan tamu undangan yang hadir pada Summer Course dan ICECE 2026. Ia menjelaskan bahwa Summer Course tahun ini mengusung tema “Minangkabau Entrepreneurship: Learn from the Past and Minangkabau Entrepreneurial Wisdom”, yang menekankan pentingnya kearifan lokal Minangkabau sebagai sumber inspirasi dalam membangun inovasi, kewirausahaan, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Selama dua minggu pelaksanaan program, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan akademik dan budaya, antara lain kuliah umum, diskusi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, kunjungan lapangan, hingga proyek pemasaran digital. Melalui kegiatan ini, FEB UNAND berharap dapat memperluas wawasan akademik peserta, mempererat persahabatan internasional, serta membuka peluang kolaborasi yang berkelanjutan antara mahasiswa, akademisi, dan mitra dari berbagai negara.

Acara pembukaan berlangsung semarak dengan penampilan musik dan tarian tradisional Minangkabau yang memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para peserta internasional. Selain itu, kegiatan juga menghadirkan pemaparan dari para keynote speaker nasional dan internasional.

Keynote speaker yang hadir secara langsung di Ruang Seminar FEB UNAND adalah Dr. Suryadi (Leiden University, Belanda), Dr. Hafiz Rahman (Universitas Andalas, Indonesia), dan Syahrial Syarif, MBA (Pengusaha, Indonesia). Sementara itu, dua keynote speaker lainnya memberikan presentasi secara daring, yaitu Prof. Minako Sakai (University of New South Wales, Australia) dan Juliana Langgat, Ph.D. (Universiti Malaysia Sabah, Malaysia).

Ketua Pelaksana Summer Course 2026, Fitira Khairina, S.E., M.M., menjelaskan bahwa program Summer Course tahun ini diikuti oleh 30 mahasiswa yang berasal dari delapan perguruan tinggi, yaitu University of New South Wales (UNSW), Leiden University, Universiti Malaya, Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Universitas Riau, UIN Mataram, Universiti Malaysia Sabah, dan Universitas Andalas. Para peserta berasal dari berbagai negara, yaitu Malaysia, Pakistan, Afghanistan, Palestina, Yaman, Bangladesh, Kamboja, Myanmar, Nigeria, dan Indonesia.

Sementara itu, Koordinator ICECE 2026, Dr. Ma’ruf, M.Bus., M.Phil., menyampaikan bahwa konferensi tahun ini menerima 41 makalah penelitian yang telah melalui proses seleksi ketat oleh scientific committee. Menurutnya, ICECE mengedepankan kualitas penelitian dibandingkan kuantitas sehingga setiap abstrak yang diterima telah melalui proses penilaian akademik yang komprehensif. Konferensi diselenggarakan secara hybrid, dengan pelaksanaan luring di FEB UNAND serta daring melalui platform Zoom.

Program ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia serta dikelola dalam Program EQUITY (Kontrak No. 4304/B3/DT.03.08/2025). Dukungan pendanaan tersebut memperkuat pelaksanaan 4th Summer Course dan 2nd International Conference on Ethnic and Cultural Entrepreneurship (ICECE) 2026, yang juga didukung oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Indonesia sebagai sponsor utama, serta Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta sebagai co-host ICECE 2026. Kolaborasi ini diharapkan semakin memperkuat internasionalisasi FEB Universitas Andalas dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat global.

FEB UNAND dan Universiti Malaysia Sabah Bahas Peluang Kerja Sama Akademik melalui Program International Faculty Mobility

Padang (FEB UNAND) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andalas menerima kunjungan delegasi Faculty of Business, Economics and Accountancy (FBEA) Universiti Malaysia Sabah (UMS) dalam rangka pelaksanaan International Faculty Mobility (IFM) Program. Delegasi dipimpin oleh Assoc. Prof. Dr. Azaze Hj. Adis, selaku Deputy Dean (Research & Innovation).

Selain menjadi ajang pertukaran pengalaman akademik, kunjungan pada tanggal 23 Juli 2026 tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas antara Universitas Andalas dan Universiti Malaysia Sabah. Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan draft Memorandum of Understanding (MoU) yang akan menjadi landasan pengembangan kolaborasi kedua institusi di masa mendatang.

Dalam pembahasan tersebut, kedua belah pihak mengidentifikasi sejumlah bidang kerja sama yang berpotensi untuk dikembangkan. Pada bidang pendidikan, kerja sama diarahkan pada pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, internasionalisasi kurikulum, serta berbagi pengalaman dalam pengelolaan pendidikan tinggi.

Di bidang penelitian dan inovasi, kedua institusi membahas peluang pelaksanaan riset kolaboratif pada bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama, sekaligus mendorong peningkatan publikasi ilmiah dan pengembangan inovasi yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Pertemuan juga membahas peluang mobilitas dosen dan peneliti melalui kunjungan akademik, kolaborasi dalam kegiatan pengajaran, serta pertukaran keahlian untuk memperkuat kapasitas akademik kedua institusi.

Selain itu, kedua universitas menjajaki berbagai bentuk program internasional bagi mahasiswa, seperti student exchange, transfer program, dan twinning program, guna memberikan pengalaman belajar lintas negara serta meningkatkan kompetensi global mahasiswa.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring internasional, kedua institusi juga mendiskusikan pengembangan kegiatan akademik dan pertukaran budaya, termasuk penyelenggaraan seminar, konferensi, kuliah tamu, pertukaran publikasi ilmiah, serta pengembangan program akademik bersama. Diskusi yang berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif ini diharapkan menjadi langkah awal menuju terjalinnya kerja sama yang lebih erat antara Universitas Andalas dan Universiti Malaysia Sabah. Melalui Program International Faculty Mobility, kedua institusi menunjukkan komitmen bersama untuk memperluas kolaborasi internasional dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat global.

FEB UNAND Bahas Penguatan Kerja Sama dengan Fatoni University Thailand dan Lakukan Review Kurikulum Program Doktor Ekonomi

Padang (FEB UNAND) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andalas (UNAND) menerima kunjungan delegasi Fatoni University, Thailand dalam rangka membahas peluang penguatan kerja sama akademik sekaligus melaksanakan review Kurikulum Program Studi Ekonomi Program Doktor (PSEPD) Departemen Ekonomi FEB UNAND. Kegiatan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026, di Ruang Sidang Dekanat FEB UNAND.

Diskusi kerja sama dipimpin oleh Dr. Asniati, S.E., MBA selaku Wakil Dekan I FEB UNAND dan Prof. Dr. Narong Hatsanee, Vice President for Investment and Revenue Generation Fatoni University. Pertemuan tersebut membahas rencana kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi melalui berbagai program akademik yang saling menguntungkan.

Selain membahas peluang kerja sama, agenda utama kegiatan tersebut adalah review kurikulum Program Studi Ekonomi Program Doktor (PSEPD) Departemen Ekonomi FEB UNAND. Melalui sesi ini, Prof. Dr. Narong Hatsanee memberikan masukan dan pandangan mengenai pengembangan kurikulum agar semakin selaras dengan kebutuhan pendidikan tinggi internasional, perkembangan ilmu ekonomi, serta tuntutan global.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Prodi S3 Ekonomi FEB UNAND, Dr. M. Nazer, SE., M.Si., Ketua Prodi S1 Ekonomi Islam, Dr. Neng Kamarni, SE., M.Si., Ketua Lembaga Penelitian Ekonomi dan Regional (LPER) FEB UNAND, Dr. Fajri Muharja, SE., M.Si, serta dosen di lingkungan Departemen Ekonomi FEB UNAND.

Melalui diskusi yang berlangsung secara interaktif, kedua institusi bertukar pengalaman mengenai pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, serta peluang kolaborasi dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran dosen, dan mobilitas mahasiswa. Pembahasan ini sejalan dengan ruang lingkup kerja sama dalam MoU yang mencakup pengembangan kurikulum, penelitian bersama, pertukaran akademisi, penyelenggaraan seminar internasional, hingga program pertukaran mahasiswa dan twinning program.

Bagi FEB Universitas Andalas, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan mutu akademik, khususnya pada Program Studi Doktor Ekonomi. Masukan dari akademisi internasional diharapkan dapat memperkuat kualitas kurikulum sehingga mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan global. Kerja sama yang terus dikembangkan antara Universitas Andalas dan Fatoni University diharapkan tidak hanya memperluas jejaring internasional, tetapi juga melahirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, dan pengembangan institusi dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

FEB UNAND Luluskan 342 Wisudawan pada Wisuda III UNAND 2026

Padang (FEB UNAND) — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andalas kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu fakultas dengan jumlah lulusan yang besar pada Wisuda III Tahun 2026 dengan meluluskan 342 wisudawan, yang terdiri atas 167 lulusan Program Vokasi, 154 lulusan Program Sarjana, 20 lulusan Program Magister, dan 1 lulusan Program Doktor. Secara keseluruhan, Universitas Andalas (UNAND) menyelenggarakan Wisuda III Tahun 2026 pada 11–12 Juli 2026 di Auditorium Universitas Andalas. Pada periode wisuda ini, Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D., mewisuda sebanyak 1.389 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan.

Pada hari kedua pelaksanaan wisuda, Minggu (12/7), sebanyak 712 lulusan dikukuhkan sehingga melengkapi total wisudawan Periode III Tahun 2026. Para lulusan berasal dari Sekolah Pascasarjana, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Farmasi, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Momentum tersebut juga menjadi tonggak bersejarah bagi FISIP Universitas Andalas yang untuk pertama kalinya meluluskan doktor dari Program Studi Kebijakan Publik dan Program Studi Sosiologi.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan rangkaian seremoni akademik yang menjadi simbol keberhasilan para lulusan dalam menyelesaikan pendidikan. Pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, Dr. Fery Andrianus, S.E., M.Si., melakukan penyerahan ijazah secara simbolis kepada para wisudawan FEB UNAND. Sementara itu, prosesi pemindahan jambul sebagai penanda resmi pengukuhan kelulusan dilakukan oleh Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D., kepada para wisudawan. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D., mengajak seluruh lulusan untuk memandang wisuda bukan sebagai akhir dari proses belajar, melainkan awal memasuki dunia yang terus berubah dengan sangat cepat. Ia juga membagikan pengalamannya mengikuti Google Leaders Series di Singapura bersama para pimpinan perguruan tinggi kawasan Asia Pasifik yang membahas masa depan pendidikan tinggi di era kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Melalui pengalaman tersebut, Rektor menekankan pentingnya kemampuan belajar sepanjang hayat, beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan global.