



Padang (FEB UNAND) – Departemen Vokasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB UNAND) menyelenggarakan Seminar Nasional dan Konferensi Vokasi (SENAVOKSI) 2026 pada Selasa, 3 November 2026, bertempat di Gedung Convention Hall Universitas Andalas. Kegiatan ini mengangkat tema “Hilirisasi Ekonomi dan Digitalisasi UMKM: Peran Strategis Lulusan Vokasi Berdaya Saing.”
SENAVOKSI 2026 menghadirkan tiga narasumber, yaitu Asep Abdullah, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendampingan Inovasi dan Keberlanjutan Usaha; Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D., Direktur Politeknik Mitra Industri; serta Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.AB., Ph.D., Ketua Umum Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI). Diskusi dipandu oleh Dr. Yulia Anas, S.E., M.Si., selaku Ketua Departemen Vokasi FEB UNAND.
Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan FEB UNAND, Dr. Fery Andrianus, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, Dekan FEB UNAND, Dr. Fery Andrianus, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa FEB UNAND berdiri pada tahun 1957 dan resmi menjadi bagian dari Universitas Andalas pada tahun 1961. Seiring perkembangannya, Fakultas Ekonomi bertransformasi menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada tahun 2022. Selanjutnya, pada 30 Oktober 2025, program Diploma III bertransformasi menjadi Departemen Vokasi sebagai bagian dari pengembangan pendidikan berbasis keahlian.
Penyelenggaraan SENAVOKSI 2026 menjadi bagian dari peringatan satu tahun peluncuran Departemen Vokasi FEB UNAND. Dekan berharap Departemen Vokasi terus berkembang, semakin unggul, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa.
Sementara itu, kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Ak., CA. Dalam arahannya, Rektor menekankan pentingnya hilirisasi ekonomi melalui pergeseran orientasi ekspor dari bahan mentah menuju produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Upaya tersebut perlu didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan industri.
Rektor juga menyoroti peluang bagi lulusan pendidikan vokasi untuk memasuki pasar global, seiring adanya kesepakatan pengakuan timbal balik antara China dan ASEAN. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja internasional.
Dalam pemaparan materi, Asep Abdullah, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Pendampingan Inovasi dan Keberlanjutan Usaha, yang mengikuti kegiatan secara daring, menyampaikan arah kebijakan nasional dalam pengembangan kewirausahaan melalui Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Kebijakan tersebut menargetkan peningkatan rasio kewirausahaan hingga 8 persen pada tahun 2045.
Pengembangan kewirausahaan dilakukan melalui pengelompokan usaha sesuai karakteristik dan kebutuhan pengembangannya. Upaya tersebut mencakup perlindungan bagi usaha ultra-mikro, peningkatan skala industri UMKM berbasis teknologi, serta program inkubasi riset untuk mendorong lahirnya ekonomi baru yang berdaya saing.
Melalui penyelenggaraan SENAVOKSI 2026, FEB UNAND menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan ekonomi. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan antara pemerintah, akademisi, dan praktisi dalam memperkuat peran lulusan vokasi untuk mendukung hilirisasi ekonomi, digitalisasi UMKM, serta peningkatan daya saing Indonesia.