FEB UNAND Gelar Kuliah Umum Bersama Kementerian Keuangan RI, Bahas Rupiah Digital dan Arsitektur Sistem Pembayaran Nasional

Padang (FEB UNAND) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas melalui Centre for Public Finance Research (CPFR) menyelenggarakan Kuliah Umum Edukasi Publik bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini berlangsung di Ruang Seminar FEB UNAND dan diikuti secara daring melalui Zoom.

Kuliah umum mengangkat tema “Rupiah Digital (CBDC) dan Arsitektur Baru Sistem Pembayaran Nasional: Implementasi, Keamanan, dan Implikasi Makroekonomi”. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Fathul Kamil Tumbriyantoro, Analis Kebijakan Madya Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK), dan Fajri Adrianto, S.E., M.Bus (Adv), Ph.D., dosen FEB UNAND sekaligus Peneliti CPFR. Diskusi dipandu oleh Hesty Aisyah, S.E., M.Si., dosen Universitas Andalas, sebagai moderator.

Kegiatan dibuka oleh Dr. Asniati, S.E., M.B.A, selaku Ketua CPFR UNAND yang mewakili Dekan FEB UNAND. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa transformasi digital telah membawa perubahan mendasar terhadap sistem pembayaran dan sektor keuangan global. Perkembangan teknologi keuangan, perubahan pola transaksi masyarakat, serta tuntutan efisiensi, keamanan, dan inklusivitas mendorong berbagai bank sentral untuk mengembangkan Central Bank Digital Currency (CBDC).

Lebih lanjut, disampaikan bahwa inisiatif Rupiah Digital bagi Indonesia bukan sekadar modernisasi instrumen transaksi, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam pengembangan arsitektur sistem pembayaran nasional. Implementasinya memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek, mulai dari transmisi kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, fungsi intermediasi perbankan, hingga kesiapan tata kelola dan keamanan siber.

Melalui program kerja CPFR FEB UNAND Tahun 2026, kuliah umum ini menjadi salah satu upaya untuk menjembatani ruang akademik dengan perkembangan kebijakan dan praktik di sektor keuangan. Forum ini juga diharapkan dapat mempertemukan perspektif akademisi, regulator, dan praktisi dalam membahas perkembangan CBDC serta implikasinya terhadap pembangunan ekonomi nasional dan daerah.

Dalam sesi pemaparan, para narasumber membahas sejumlah aspek penting terkait Rupiah Digital, meliputi konsep dasar CBDC dan Rupiah Digital, perkembangan arsitektur sistem pembayaran nasional di era digital, serta implikasinya terhadap kebijakan moneter, stabilitas sistem keuangan, dan intermediasi. Pembahasan juga mencakup peluang, tantangan, serta kesiapan ekosistem ekonomi dan masyarakat dalam menghadapi penerapan sistem pembayaran digital.

Kegiatan berlangsung dengan diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali lebih jauh berbagai aspek implementasi Rupiah Digital. Melalui kegiatan ini, FEB UNAND berharap dapat meningkatkan pemahaman dan literasi sivitas akademika mengenai perkembangan sistem pembayaran digital, sekaligus mendorong kajian akademik yang relevan dengan dinamika kebijakan keuangan nasional.

Translate »
Facebook
YouTube
Instagram