



Padang (FEB UNAND) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB UNAND) menerima kunjungan delegasi Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Jumat, 31 Juli 2026, di Ruang Sidang Dekanat FEB UNAND. Kunjungan tersebut menjadi langkah awal dalam menjajaki kolaborasi pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang melibatkan dosen dan peneliti dari kedua institusi.
Delegasi SBM ITB disambut langsung oleh Dekan FEB UNAND, Dr. Fery Andrianus, S.E., M.Si. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Prof. Donard Games, S.E., M.Bus. (Adv)., Ph.D., Ketua Departemen Manajemen FEB UNAND sekaligus akademisi yang terlibat dalam pengembangan kewirausahaan, serta Dr. Fajri Muharja, S.E., M.Si., Ketua Lembaga Penelitian Ekonomi Regional (LPER) FEB UNAND.
Pertemuan membahas rencana pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Kelompok Keahlian Entrepreneurship and Technology Management (KK ETM) SBM ITB yang akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan FEB UNAND. Ketua LPER FEB UNAND, Dr. Fajri Muharja, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa program pengabdian tersebut mengusung tema “Akselerasi Digital UMKM” dengan sasaran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kawasan tersebut dipilih karena merupakan wilayah yang terdampak bencana di sekitar Danau Maninjau dan masih menghadapi berbagai tantangan dalam proses pemulihan ekonomi.
Menurutnya, kegiatan pengabdian tidak hanya berfokus pada penyampaian materi mengenai digital marketing, tetapi juga memberikan pendampingan praktik secara langsung kepada pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk mereka.
Dr. Fajri juga mengungkapkan bahwa hasil diskusi dengan para mitra menunjukkan masih rendahnya tingkat literasi digital di kalangan pelaku UMKM. Selain itu, sebagian besar UMKM masih menjalankan aktivitas pemasaran secara individual sehingga belum mampu membangun jejaring pemasaran yang lebih kuat. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian merancang konsep Integrated Shop UMKM Maninjau sebagai wadah bersama untuk memperkuat promosi dan pemasaran produk lokal secara kolektif.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas UMKM. Selain persoalan pemasaran, masyarakat di kawasan Danau Maninjau juga menghadapi tantangan pada sektor perikanan. Meningkatnya kadar amonia akibat penggunaan pakan pelet yang berlebihan pada keramba jaring apung menjadi salah satu penyebab tingginya risiko kematian ikan, sehingga berdampak pada keberlangsungan mata pencaharian masyarakat setempat.
Sementara itu, Dekan FEB UNAND, Dr. Fery Andrianus, S.E., M.Si., menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Melalui kolaborasi ini, FEB UNAND dan SBM ITB diharapkan dapat menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan, meningkatkan literasi digital pelaku UMKM, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di kawasan Tanjung Raya dan Danau Maninjau pascabencana.