
Padang (FEB UNAND) — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andalas kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu fakultas dengan jumlah lulusan yang besar pada Wisuda III Tahun 2026 dengan meluluskan 342 wisudawan, yang terdiri atas 167 lulusan Program Vokasi, 154 lulusan Program Sarjana, 20 lulusan Program Magister, dan 1 lulusan Program Doktor. Secara keseluruhan, Universitas Andalas (UNAND) menyelenggarakan Wisuda III Tahun 2026 pada 11–12 Juli 2026 di Auditorium Universitas Andalas. Pada periode wisuda ini, Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D., mewisuda sebanyak 1.389 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan.
Pada hari kedua pelaksanaan wisuda, Minggu (12/7), sebanyak 712 lulusan dikukuhkan sehingga melengkapi total wisudawan Periode III Tahun 2026. Para lulusan berasal dari Sekolah Pascasarjana, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Farmasi, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Momentum tersebut juga menjadi tonggak bersejarah bagi FISIP Universitas Andalas yang untuk pertama kalinya meluluskan doktor dari Program Studi Kebijakan Publik dan Program Studi Sosiologi.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan rangkaian seremoni akademik yang menjadi simbol keberhasilan para lulusan dalam menyelesaikan pendidikan. Pada kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas, Dr. Fery Andrianus, S.E., M.Si., melakukan penyerahan ijazah secara simbolis kepada para wisudawan FEB UNAND. Sementara itu, prosesi pemindahan jambul sebagai penanda resmi pengukuhan kelulusan dilakukan oleh Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D., kepada para wisudawan. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, Ph.D., mengajak seluruh lulusan untuk memandang wisuda bukan sebagai akhir dari proses belajar, melainkan awal memasuki dunia yang terus berubah dengan sangat cepat. Ia juga membagikan pengalamannya mengikuti Google Leaders Series di Singapura bersama para pimpinan perguruan tinggi kawasan Asia Pasifik yang membahas masa depan pendidikan tinggi di era kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Melalui pengalaman tersebut, Rektor menekankan pentingnya kemampuan belajar sepanjang hayat, beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan global.