



Padang (FEB UNAND) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB UNAND) menyelenggarakan kuliah umum dan workshop interaktif bertajuk “Building Teaching Laboratory and Designing Experiential Learning” pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di Ruang Seminar FEB UNAND. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FEB UNAND, Dr. Fery Andrianus, SE., M.Si., serta diikuti oleh dosen di lingkungan FEB UNAND dan dosen ITB HAS.
Kegiatan menghadirkan Dessy Aliandrina, Ph.D., Founder dan Executive Director Sociopreneur Indonesia, Head of UNESCO EE-Net Indonesia, serta Co-Chair CatalystNow ASEAN, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Dessy membahas pentingnya pengembangan lingkungan pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menganalisis persoalan, mengambil keputusan, menciptakan solusi, dan mengevaluasi hasil berdasarkan pengalaman nyata.
Melalui konsep Teaching Laboratory, dosen didorong untuk merancang pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan aplikatif. Pembelajaran ini menempatkan mahasiswa sebagai peserta aktif yang terlibat dalam penyelesaian masalah nyata, dengan mempertimbangkan bukti, konsekuensi keputusan, serta tanggung jawab atas solusi yang dihasilkan.
Narasumber juga menjelaskan empat komponen penting dalam penerapan Teaching Laboratory, yaitu pengalaman kerja nyata, refleksi terstruktur, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab, serta kemitraan strategis dengan industri. Komponen tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan tantangan masyarakat.
Setelah sesi kuliah umum dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pengantar implementasi studio pembelajaran serta workshop Experiential Learning Design. Dalam sesi ini, peserta terlibat dalam penyusunan dan penyempurnaan kertas kerja, presentasi hasil workshop, serta refleksi dan penyusunan rencana tindak lanjut.
Melalui kegiatan ini, FEB UNAND diharapkan dapat memperkuat inovasi pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman, pemecahan masalah, dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Penerapan Teaching Laboratory diharapkan dapat dimulai secara bertahap melalui mata kuliah, topik, atau tantangan tertentu, kemudian dikembangkan menjadi budaya pembelajaran yang lebih adaptif dan berdampak.