

Padang (FEB UNAND) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB UNAND) menyelenggarakan workshop bertajuk “Implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dalam Mendukung Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan Tinggi” pada Senin, 27 Juli 2026, di Ruang Sidang Dekanat FEB UNAND.
Workshop ini menghadirkan Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si. dari Universitas Sebelas Maret (UNS) sebagai narasumber. Kegiatan tersebut diikuti oleh Dekan FEB UNAND beserta para pengelola departemen dan program studi di lingkungan FEB UNAND sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di perguruan tinggi.
Dalam pemaparannya, Prof. Suryanto menjelaskan konsep, kebijakan, serta mekanisme penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tipe A, yang memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk memperoleh pengakuan atas capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, pengalaman kerja, maupun pembelajaran nonformal dan informal. Implementasi RPL diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi sekaligus tetap menjaga mutu penyelenggaraan akademik.
Selain membahas pedoman penyelenggaraan RPL Tipe A, Prof. Suryanto juga berbagi pengalaman Universitas Sebelas Maret dalam mengembangkan program akselerasi gelar magister melalui jalur RPL, khususnya pada Program Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP). Program tersebut menjadi salah satu praktik baik dalam memberikan kesempatan kepada para profesional dan praktisi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dengan tetap mengacu pada standar mutu akademik yang berlaku.
Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai aspek implementasi RPL, mulai dari proses asesmen capaian pembelajaran, penyusunan kurikulum, hingga tata kelola akademik yang mendukung penyelenggaraan program. Para peserta juga berdiskusi mengenai peluang penerapan skema RPL pada program studi di lingkungan FEB UNAND sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Melalui workshop ini, FEB UNAND berharap dapat memperkuat kesiapan fakultas dalam mengimplementasikan kebijakan Rekognisi Pembelajaran Lampau secara optimal. Selain memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, penerapan RPL juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan akademik serta mendukung pengembangan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.